[Yogyakarta] Mie Persis – Telap 12

Yogyakarta – Menu Telap 12

Admit it, tiap kali lo liat iklan mie instan, pasti di bayangan lo langsung pengen makan mie lengkap dengan topping yang sama persis di iklan atau di bungkus mie instan tersebut.

Ide itu lah yang diambil oleh pemilik warung mie Telap 12. Mereka menyajikan mie instan mirip dengan topping yang terlihat di bungkus mie instan tersebut. Jadi kalau di bungkus terlihat ada 3 buah potong tomat, mereka juga menyajikan dengan 3 tomat tidak kurang-tidak lebih.

Menurut pendapat gw pribadi, ini adalah salah satu tempat makan yang sangat-sangat overrated yang pernah gw kunjungi. Ini ibarat buka puasa, ketika lapar mata lebih mendominasi otak kita.

Untuk ukuran warung seukuran tersebut bisa dibilang pengunjungnya sangat ramai, sampai harus mengantri untuk dapat tempat. Pelayanannya bisa dibilang lambat, karena harus menata mie sesuai gambaran pada bungkus mie yang ternyata cukup memakan waktu. Untuk rasa, ya so-so lah. Apa sih yang diharapkan dari rasa sebuah mie instan yang biasa kita makan. Walaupun ditambah topping sesuai gambaran bungkus mie, tapi itu ga banyak membantu menaikan kualitas rasa.

Yogyakarta – Mie Persis Telap 12

Mungkin kalau bisa memberi nilai seperti dosen memberi nilai pada mahasiswa, warung mie Telap 12 ini akan memberi nilai C-/C.
Tapi gw akan kasih nilai A++ untuk orisinalitas ide dan telah memuaskan angan-angan banyak orang untuk menyicipi mie instan yang mirip ada di iklan-iklan.

Leave a comment

Filed under Kuliner, Wara-Wiri

[Yogyakarta] Gua Pindul

Yogyakarta – Gua Pindul

Destinasi wisata alam ini adalah salah satu bukti nyata kehebatan penyebaran informasi di dunia internet. Sejak diliput oleh sebuah website anak muda berinisial MBDC yang juga punya channel travelling “Jalan-Jalan Men” di youtube, kepopuleran tempat wisata ini langsung naik pesat.

Gua pindul ini adalah salah satu dari destinasi wisata alam yang terletak di Desa Bejiharjo, Karangmojo, Gunung Kidul. Kira-kira yah 1-1,5 jam perjalanan dari kota Yogyakarta lah.

Sampai disana biasanya kendaraan kita bakal dikejar-kejar sama motor, yang ternyata mereka adalah pemandu jalan yang akan ngarahin kita ke operator-operator wisata yang ada disana. Tapi karena salah satu kawan seperjalanan gw udah tau nomor telepon salah satu operator, jadi mereka langsung mengirimkan orangnya untuk menjemput.

Apakah operator itu? Untuk nikmatin Gua Pindul, gw yakin sebagian besar orang malas untuknyiapin alat-alat(helm, protektor, dll) nya sendiri, terus masuk gua nya juga sendiri ga pake pemandu. nah operator inilah yang nyiapin segala macem nya itu, ya bisa dibilang kantor penyelenggara wisata lah.

Disini katanya ada beberapa opeator, salah satu nya itu Dewa Bejo yang kita percaya untuk memandu kita. Yang ternyata operator Dewa Bejo ini juga lah yang dipakai oleh “Jalan-Jalan Men”.

Disini kita ditawarkan beberapa paket wisata alam, yaitu River Tubing Sungai Oyo, Caving Gua Gelatik, Cave Tubing Gua Pindul, dan Off Road Kali Oyo. Dari keempat paket itu yang paling terkenal dan jadi paket andalan ya memang Cave Tubing Gua Pindul. Untuk biaya per paket wisata juga bisa dibilang tidak mahal, untuk Caving Gua Gelatik dan Cave Tubing Gua Pindul masing-masing cuma dipatok Rp. 30.000, River Tubing Sungai Oyo cuma Rp. 45.000, dan yang paling mahal adalah Off Road Kali Oyo yaitu Rp. 300.000 dan itu sangat wajar karena selain nyewa pemandu ya nyewa mobil off road nya juga kan.

Waktu itu gw dan temen-temen gw cuma ngambil 2 paket aja, yaitu River Tubing Sungai Oyo dan Cave Tubing Gua Pindul. River Tubing Sungai Oyo sendiri itu kita nelusurin Sungai Oyo dengan menggunakan Ban besar yang ditarik oleh pemandunya, menurut gw paket ini biasa aja. Tapi yang hebat adalah sang pemandu yang narikin ban kita, karena panjang rute sungai yang kita telusuri itu jauh nya 1,5 KM dan butuh waktu sekitar 1 jam, gila ga tuh narikin orang banyak selama 1 jam.Nah, yang paling pecah itu ya pas paket kedua yaitu Cave Tubing Gua Pindul, disini kita dibawa nelusurin sungai dibawah Gua Pindul dan ada disatu titik Gua itu yang atas nya bolong, jadi membuat cahaya yang masuk itu jadi pemandangan yang keren banget dan disitu juga ada spot untuk loncat dari batu karang setinggi 3 meter. Selain spot-spot tadi, kita bisa liat Sarang Kelelawar, juga banyak Stalagtit dan Stalagmit, malah ada salagtit yang masih aktif yang konon tetesan air nya bisa bikin muka para wanit jadi cantik dan buat cowok nya ada yang namanya stalagtit jantan yang bisa buat “strong”.

Yogyakarta – Gua Pindul Inside 2

Sekedar info, kalau mau datang ke wisata Gua Pindul lebih baik saat musim kemarau, karena air sungai akan lebih jernih berwarna hijau. Kalau kemaren gw dateng kesana pas abis malemnya hujan, jadi air sungai nya keruh karena tanah yang terbawa hujan. 

Yogyakarta – Gua Pindul Inside 1

Leave a comment

Filed under Traveling, Wara-Wiri

[Yogyakarta] Gudeg Yu Djum

Yogyakarta - Yu Djum

Sebenernya ngebahas warung makan ini udah basi. Karena sudah banyak blog dan acara tv yang membahasnya. Memang sudah menjadi rahasia umum kalau warung makan ini menjadi tempat favorit bagi wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta. Maka postingan gw kali ini akan sangat singkat, padat dan mudah-mudahan berisi.

Jadi Warung Gudeg Yu Djum ini cabang nya banyak banget, tapi yang asli itu letaknya berada di gang sempit belakang selokan mataram. Konon katanya ini adalah rumah asli si Yu Djum, makanya bentuk dan suasananya masih tradisional dan Jogja banget. Di pintu masuk kita sudah disuguhi musik keroncong dari sepasang pemusik tua. Di dalam warung makin terasa aura tradisionalnya, apalagi kalau menyambangi dapurnya yang masih menggunakan tungku kayu bakar.

Yogyakarta – Dapur Yu Djum

Jenis gudeg yang disajikan di Gudeg Yu Djum ini adalah gudeg kering. Apa bedanya sama gudeg basah? Ya bedanya yang satu areh (kuah yang dari santen) nya banyak,dan yang satu ga ada. Untuk rasanya ga perlu dijabarin lagi, karena Gudeg Yu Djum (menurut pengamatan gw) adalah gudeg paling terkenal di Yogyakarta, jadi dari situ sudah bisa ditebaklah rasanya.

Leave a comment

Filed under Kuliner, Wara-Wiri

[Wonosobo] Mie Ongklok Longkrang

Wonosobo - Warung Mie Longkrang

Salah satu kuliner yang paling disukai orang Indonesia itu adalah mie. Mau itu mie rebus, mie goreng, mie becek, mie instan ataupun mie sangat instan yang bikinnya cuma diseduh air panas.

Apalagi mie itu adalah kuliner yang sangat fleksibel, bisa dimasak campur apa aja, bisa dimakan lagi bosen sama makanan sehari-hari, bisa dibeli pas lagi bokek atau lagi ada duit,dan cocok untuk segala cuaca (walaupun yang paling pas ya dimakan lagi cuaca dingin).

Di salah satu kota di Jawa Tengah yang beriklim dingin bernama Wonosobo juga punya kuliner mie khas yang disebut mie ongklok. Dan mie ongklok yang terkenal disana adalah mie ongklok longkrang, yang terdapat di Jalan Pasukan Ronggolawe no. 14 Wonosobo. Mie ongklok longkrang ini kata yang empunya sih sudah ada dari tahun 1975 dan sudah banyak dikunjungi oleh orang tenar dan selebriti Indonesia.

Menurut pendapat gw pribadi, mie ongklok ini sangat unik. Karena kuah mie ongklok ini teksturnya kental mirip sagu dan dicampur dengan bumbu kacang. Selain itu makanan pendampingnya juga cukup unik yaitu sate sapi dan tempe kemul (tempe mendoan). Dan untuk orang-orang yang suka pedas, disini tidak disediakan sambal tapi potongan cabe rawit.

Mie ongklok longkrang ini sudah bisa dinikmati dari jam 10 pagi dan sampai jam 7 malam. Jadi yang untuk traveler-traveler yang sedang bertandang ke daerah Wonosobo atau Dieng bisa sejenak menikmati kuliner ini.

Wonosobo -  Mie Longkrang

Leave a comment

Filed under Kuliner, Wara-Wiri

[Dieng] Ruwat Rambut Gembel

Dieng Festival - Ruwat

Kalo ngomongin rambut gimbal, otak gw langsung terbayang musik reggea, pantai dan pastinya cannabis sativa. Weiitss tapi ternyata di satu sudut daerah di tanah Jawa ada masyarakat yang berambut gimbal tapi musik mereka bukan reggea tapi gamelan, hidupnya pun bukan di pantai tapi di dataran tinggi, dan buat iseng-isengnya juga bukan cannabis sativa tapi keripik jamur  atau juga manisan carica.

Yang gw lagi omongin ini adalah Dataran Tinggi Dieng yang adanya di Jawa Tengah. Dan gw ga bohong kalau emang masyarakat disini ada  yang rambutnya yang gimbal macam orang Jamaica, dan kalau disana disebutnya bukan gimbal tapi gembel.  Mungkin di Jamaica rambut gimbal dipelihara sampe tua atau sampe tuh rambut panjang, tapi kalau di Dieng rambut gimbalnya itu harus dipotong, untuk lebih tau sejarah dan kenapa nih rambut gokil ala anak reggea ini harus dipotong lo bisa baca di website Pesona Dieng .

Untuk motong tuh rambut gimbal anak-anak Dieng juga ga sembarangan, karena  ada ritual yang harus dijalanin. Beberapa tahun kebelakang pemerintah kota Dieng membuat sebuah acara  tahunan dengan tajuk Dieng Culture Festival, dengan puncak acara ritual ruwat rambut gembel (potong rambut gimbal) yang dilakukan di pelataran Candi Arjuna.

Acara Dieng Culture Festival ini intinyas sih memperkenalkan pada masyarakat luas mengenai potensi wisata di dataran tinggi Dieng, dari telaga dua warna, candi-candi , dan tentunya kuliner khas Dieng.

Menurut pengamatan gw yang pernah menjadi peserta di acara Dieng Culture Festival, cara ini sangat berhasil karena banyak traveller, backpacker, pelancong atau apalah sebutan mereka baik dari Indonesia dan juga mancanegara yang hadir di acara tersebut. Selain itu acara ini juga menarik minat para hobbyist foto dan sekolah-sekolah dari kota sekitar mengadakan study tour.

Dieng Festival - Arak

nb: untuk info lebih lanjut mengenai Dieng Culture Festival bisa diakses di http://diengculturefestival.com

 

Leave a comment

Filed under Traveling

Kesucian Sebuah Perayaan

Waisak 2013

Perayaan ritual keagamaan yang biasanya identik dengan suasana sakral dan penuh khidmat, kadang ternodai karena keunikan dari ritualnya itu sendiri. Keunikan tersebut dapat menarik banyak manusia baik yang merayakan atau hanya sekedar ingin menonton, dan pada akhirnya menodai kekhidmatan dari perayaan itu sendiri.

Waisak di Candi Borobudur adalah salah satu perayaan agama yang unik yang ada di Indonesia, salah satu ritual yang banyak menyedot pengunjung adalah pelepasan lampion. Keindahan dari 1000 lampion lebih yang terbang bersamaan di langit malam dengan latar belakang candi borobudur yang eksotis, merupakan pemandangan langka yang mungkin hanya dapat dinikmati pada perayaan Waisak saja.

Selama ini Waisak di Candi Borobudur diselenggarakan tertutup untuk para Bhuddis yang merayakan dan para undangan, tetapi beberapa tahun kebelakang perayaan tersebut dibuka untuk umum. Dan pada tahun 2013 ini pun gw jg datang untuk melihat perayaan tersebut.

Terbayang di otak gw, perayaan ini selain khidmat juga akan sangat eksotis dan indah. Tetapi semua bayangan itu hilang, karena ketika gw sampai, situasi disana sudah cukup chaos. Pintu masuk ke Candi ditutup aparat, dan para pengunjung bersorak-sorak agar pintu dibuka. Bila digambarkan hal ini seperti rusuhnya pintu masuk GBK bila Tim Indonesia sedang bertanding.

Sekitar jam 8 malam pihak penyelenggara membuka pintu untuk pengunjung umum, dan situasi chaos pun berlanjut di dalam komplek candi.  Saat itu perayaan Waisak akan memasuki acara sambutan yang diisi oleh Kepala Biksu, Gubernur Jateng dan Menteri Agama. Disinilah terlihat kurangnya toleransi antar umat di Indonesia, para pengunjung sibuk menyoraki nama Menteri Agama dan nama Gubernur Jateng yang disebut oleh pembawa acara, padahal saat itu prosesi doa masih tetap berlangsung.

Tidak sampai disitu saja ke-chaos-an terjadi. Pada saat ritual doa telah selesai dan akan diteruskan dengan ritual para Biksu dan Bhuddis mengelilingi Candi Borobudur, banyak dari para pengunjung mencoba untuk memasuki candi untuk bisa mengikuti ritual tersebut. Pihak penyelenggara sampai kewalahan untuk memperingati pengujung untuk tidak memasuki Candi.

Yang terakhir adalah ketika pihak penyelenggara menginformasikan bila acara pelepasan lampion dibatalkan karena hujan. Sorak sorai kekecewaan pengunjung terdengar keras. Gw yakin para Biksu dan Bhuddis yang sedang merayakan hari besarnya tersebut sangat terganggu pada tingkah laku para pengujung tersebut.

Kita sebagai orang Indonesia yang sudah dari kecil belajar PMP, PPKN atau apalah nama pelajaran itu harusnya bisa lebih menghormati agama orang lain, baik dalam keseharian atau saat ritual keagamaan. Gw membayangkan sebagai muslim, bila ketika gw merayakan Idul Fitri dan banyak orang dari kepercayaan lain ikut menonton dan berbuat seperti saat Waisak kemarin, gw pasti akan tersinggung dan marah.

Tetapi semua yang terjadi di Waisak Borobudur 2013 hanya bisa jadi pelajaran bagi kita semua agar bisa lebih saling menghormati antar umat beragama, dan gw berharap Waisak Borobudur ditahun-tahun berikutnya dapat diselenggarakan lebih baik, meskipun harus menutup kembali perayaan tersebut dari umum.

Leave a comment

Filed under Opini, Traveling

[Makassar] Wisata Kuliner Kolesterol Tinggi

Iga bakar dan es pisang ijo, siapa yang ga kenal dengan 2 makanan khas kota Makassar tersebut. Menyantap makanan tersebut di restoran-restoran yang ada di Jakarta aja udah nikmat banget, apalagi kalau bisa menikmati langsung di tanah asalnya. Makanya sejak pertama kali si  Traveling Cihuy mencetuskan untuk traveling ke Makassar, di otak gw cuma satu “Wisata Kuliner”.

Dari yang gw liat, Kuliner di Makassar didominasi oleh kuliner daging dan seafood dan gw tidak menemukan kuliner khas yang berbahan utama sayuran. Makanya kenapa judul postingan ini  adalah “Wisata Kuliner Kolesterol Tinggi. Berikut kuliner-kuliner khas makassar yang sempat gw coba kenikmatannya.

Kuliner pertama  iga bakar di restoran Konro karebosi di Jalan Gunung Lompobattang. Mungkin ini adalah kuliner paling tersohor dari Makassar dan di kota lain pun sudah banyak restoran yang menawarkan menu kuliner ini, jadi gw ga perlu jelasin panjang lebar tentang makanan ini. Restoran Karebosi sendiri memiliki cabang di Jakarta, tepatnya di daerah Kelapa Gading. Jadi untuk orang Jakarta ya ga perlu jauh-jauh ke Makassar kalau mau nyobain.

MakassarFood4

Yang kedua adalah pallu basa, disana gw nyobain di dua restoran berbeda Pallu Basa Samalona di Jalan Irian dan Pallu Basa Srigala di Jalan Srigala, kuliner berbahan dasar daging kerbau dengan kuah santan yang dicampur serbuk kelapa sangrai. Biar makin enak biasanya ditambah alas (telor ayam mentah) untuk yang suka. Warna kuah pallu basa yang kental coklat kehitaman+kuning kental dari telor mentah memang kurang menarik, tapi rasanya itu Makknyuuussss banget.

MakassarFood2

Coto Makassar di restoran Coto Nusantara di Jalan Nusantara, daging yang dipakai adalah daging sapi dan dikuah nya ada campuran tauco nya, biasanya temen untuk makan coto ini adalah ketupat atau juga buras. Tapi gw ga bisa kalau makan tanpa nasi jadi ya pilihan gw tetep nasi. Hehe.

MakassarFood3

Berikutnya adalah restoran Mie Titi di Pusat Kuliner Losari, masakan yang terdiri dari mie kering dan kuah kental berisi daging ayam, baso goreng, dan daun sawi. Mirip kuliner nya orang China yaitu ifumie atau juga mungkin memang si Bu Titi ini memang menyajikan ifumie tetapi dengan bumbu-bumbu ala Bu Titi sendiri, karena itu sekarang terkenalnya jadi Mie Titi saja (ga tau juga sih, cuma sekedar teori gw saja). Nah untuk orang-orang yang cacing perutnya punya kebiasaan berdemo di malam buta, mi titi ini cocok banget karena bukanya sampai jam 2 Pagi.

MakassarFood1

Untuk cemilan malam di pinggir pantai losari yang jadi pilihan utama adalah pisang epe. Ini hampir mirip sama pisang bakar yang biasa kita temuin, bahan dasarnya pun sama-sama pisang kepok. Jadipertamapisang kepoknya inidipanggang dan digepengin, setelah itu kita harus milih topping nya, untuk yang original itu cuma diberi kuah gula merah. Untuk yang lebih modern pastinya kita bisa pakai keju, susu, coklat atau kacang seperti pisang bakar kebanyakan.

MakassarFood5

Yang terakhir dan ga kalah terkenalnya yaitu es pisang ijo-nya Toko Bravo, yang katanya sih es pisang ijo ter-enak di kota Makassar. Disitu juga menjual jalangkote (pastel ala Makassar) yang dimakan dengan saos asam pedas mirip saos cakwe. 

MakassarFood6

Harga:
Iga Bakar Konro Karebosi : IDR 36.000
Pallu Basa Samalona : IDR 9.000
Pallu Basa Srigala : IDR 11.000
Coto Makassar, Nusantara : IDR 12.000, Ketupat: IDR 1.000
Pisang Epe : IDR 7.000 (original), IDR 9.000 (coklat keju)
Mie Titi : IDR 18.000
Es Pisang Ijo : IDR 15.000
Jalangkote: IDR 3.500

3 Comments

Filed under Kuliner, Wara-Wiri