Islam, Kristen, Yahudi, dan Sebuah Sudut Pandang…PART I…

“Ada dua ruangan di dunia ini”, bunyi sebuah lelucon, “Ruangan yang satu penuh kedamaian dan berkah; ruangan yang satunya lagi penuh konflik dan pertengkaran. Ruangan yang pertama dihuni Musa, Isa, Muhammad, Krishna dan Buddha. Ruangan yang kedua dihuni para pengikut mereka.”

Dikutip dari buku: Back”Europe”Pack – Keliling Eropa Hanya 1000 Dollar!
pengarang: Marina Silvia K

Tulisan ini di-ilhami dari kejadian yang sedang hangat saat ini, sebuah krisis kemanusiaan yang terjadi di tanah Palestina.

Kurang lebih 3 minggu Israel meng-invasi Palestina, Sudah Lebih dari 1000 nyawa yang melayang dan 5000 yang luka-luka.

Belum ada satu pun negara ataupun organisasi dunia yang bisa menghentikan insvasi ini, termasuk PBB sendiri yang merupakan organisasi dunia yang paling bertanggung jawab akan perdamaian di bumi kita ini.

Kita sebagai komponen dunia ini, tak boleh menutup mata akan tindakan Israel tidak manusiawi ini.
Kita harus membela Palestina, karena mereka-lah yang menjadi korban.
Tapi bukan cara ikut berperang, tapi lebih pada pada hal-hal yang lebih diplomatis. Agar peperangan ini tidak menjadi perang yang lebih besar.

Sejarah menyebutkan, peperangan antara Israel-Palestina(Yahudi-Islam) sudah terjadi dari berabad-abad yang lalu, dan selalu memiliki latar belakang yang sama, yaitu perebutan tanah Yerussalem.

Mereka memperebutkan sebuah tanah yang dianggap suci oleh kedua belah pihak.
Bagi warga Islam-Palestina, di tanah ini berdiri Masjid Al-aqsa yang pernah menjadi kiblat pertama umat Islam.
Bagi warga Yahudi-Israel, tanah Yerussalem merupakan tanah yang dijanjikan (promise land) bagi orang Yahudi dan disini juga berdiri kuil Solomon, yang diubah menjadi Mesjid Al-aqsa oleh orang Islam.

Sebenarnya bila kita telaah lagi ke belakang, 3 agama besar di dunia yang selalu berselisih-paham, Islam, Yahudi, dan Kristen memiliki lebih banyak unsur pemersatu daripada titik seteru.

Ada banyak sekali kesamaan terkait dengan isi kitab suci maupun kisah tentang para nabi. Ketiga agama besar ini pun sama-sama menandaskan bahwa ketaatan sejati terhadap wahyu Ilahi harus ditunjukan melalui hubungan yang baik antara manusia dengan Tuhan dan manusia dengan manusia.

Bahkan, ketiganya dapat dipandang sebagai satu agama, sebagaimana diungkapkan secara berulang-ulang dan gamblang dalam Alquran: agama yang ditetapkan Tuhan untuk Nabi Muhammad dan pengikutnya adalah juga agama yang ditetapkan untuk Nabi Nuh, Ibrahim, Musa, dan Isa.

Advertisements

3 Comments

Filed under Opini

3 responses to “Islam, Kristen, Yahudi, dan Sebuah Sudut Pandang…PART I…

  1. zamiele

    yup,… Islam, Kristen, Yahudi.
    Mestinya dapat bersatu, namun takkan semudah itu
    ego untuk menjadi yang terbenar selalu muncul di ketiganya, dan akan tetap diakhiri dengan perang,

    yah kembali lagi ke ego,,
    manusia selalu mencari pembenaran bukan kebenaran..

    dan memang perang bakal terus ada..
    kalo misalkan dunia ini ga ada perang, maka sejarah pun ga ada di dunia..
    karena sejarah dunia selalu mengenai tentang perang..

  2. Yoi men, Allah menciptakan Palestine dan jahudi untuk terus berperang, semoga terus begitu,biar ada tontonan di televisi yang lebih bagus dari RAMBO

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s