Dinginnya Bandung, Hangatnya Darah Ular

Dihari terakhir gw menjadi mahasiswa di Bandung(wisuda). Gw tutup dengan mencicipi kuliner ekstrim yang udah lama buat penasaran. Bareng 2 orang teman seperjuangan dari SMA sampai kuliah yang udah niat dateng ke wisuda gw disela-sela kesibukan kerja mereka.

Kuliner kali ini kami akan berburu darah ular kobra, yang udah tidak asing di telinga para pecinta kuliner ekstrim dan pecinta kuliner penambah stamina, yaitu darah ular. Setelah pencarian info ke kerabat, kolega dan para sahabat, akhirnya didapat restoran bernama Istana Raja Cobra  yang terletak Di Jln. Jenderal Sudirman No.319, Yang katanya sih udah lebih dari 35 tahun jualan kuliner ular.

Calon SantapanPengambilan Darah UlarProses Pengulitan

Setelah bertanya-tanya pada pemilik resto dan diskusi singkat, akhirnya kami memesan darah ular kobra untuk masing-masing, 1 porsi piton goreng, dan 1 porsi sup ular.

Sekarang gw akan menggambarkan rasa dari masing-masing menu yang kami pesan. Pertama darah kobra, disini pikiran pertama gw dan mungkin kebanyakan orang rasanya bakal amis atau pahit seperti rasa darah atau empedu pada umumnya. Tapi itu ternyata ga terbukti karena campuran ramuan darah kobra tersebut terdiri dari darah ular(pastinya), empedu ular(yang ini juga kayaknya pasti harus ada), madu, dan arak, nah dari semua bahan-bahan itu yang paling mendominasi adalah rasa arak dan madunya. Jadi menu darah kobra ini bisa dibilang punya rasa yang enak (mungkin karena gw emang suka rasa madu dan minum arak :D).

Berikutnya piton panggang dan sup ular. Jujur ini yang bikin kaget, walopun bentuk piton gorengnya ga menarik tapi pas dirasain taunya dagingnya sangat mirip daging ayam. Supnya juga kayak gitu, dengan daging ularnya yang disuwir-suwir di dalam sup tersebut jadi bisa dibilang rasa dan bentuknya amat mirip dengan sup ayam.

Di restoran tersebut selain menjual ular juga menjual banyak lagi makanan-makanan ekstrim laennya, seperti biawak, monyet, dan kalong. Tapi sayang karena duit didompet yang terbatas maka kita cuma mencoba santapan ular aja. Semoga laen kali bila ada waktu dan biaya gw bisa berkesempatan kembali  dan mencoba kuliner-kuliner ekstrim tsb.

OK, abis minum darah uler selanjutanya kita jajal gimana khasiatnya di”tempat laen”. 😀

Advertisements

1 Comment

Filed under Kuliner

One response to “Dinginnya Bandung, Hangatnya Darah Ular

  1. wew ngeri, rasanya gimana ya gan? 😮

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s