[Makassar] Manisnya Kota Angin Mamiri (Day 2)

(Prev)… [Makassar] Manisnya Kota Angin Mamiri (Day 1)

Hari kedua di Makassar, berdosa rasanya kalau ke tanah sulawesi ini cuma dipakai untuk bersenang-senang, maka tujuan pertama kita di hari kedua ini adalah mengunjungi makam salah satu pahlawan nasional Indonesia yang tersohor Pangeran Dipenogoro. Ternyata tidak jauh dari makam ada warung bravo yang katanya menyajikan es pisang ijo paling enak seantero Makassar.

dipenogoro

Karena terpukau dengan sunset yang sangat yahud kemaren sore, kita sepakat mencari spot yang lebih cakep dan asik untuk menikmati sunset hari ini. Lokasi yang kita pilih adalah pulau Kayangan, Cuma perlu ditempuh kurang-lebih 20 menit menggunakan perahu motor. Pulau yang luasnya kira-kira sebesar 1 s/d 1,5 besar lapangan sepak bola ini punya pantai dengan pasir putih, dan air nya juga jernih parah yang membuat hasrat ingin berenang jadi tinggi. Tapi sayang sungguh sayang ternyata kita tidak bawa baju ganti sepotong pun dan menyebabkan niat berenang pun tidak terealisasikan.

pulau1

pulau2

Pulang menikmati sunset dari Pulau Kayangan, kita langsung makan malam di Pallubasa Srigala yang tak kalah enak dari yang kita cicipi sebelumnya. Seperti malam sebelumnya malam ini kita memutuskan lagi untuk berjalan kaki menikmati malam di Makassar, tapi sekarang ditemenin sama si Septi jadi kita ga takut nyasar. Ternyata jalan yang kita tempuh ini juga melewati stadion Mattoangin kandangnya PSM Makassar, dan yang lebih mengejutkan saat itu PSM lagi ada pertandingan kandang.

Dan seperti malam sebelumnya, malam itu kita habiskan di warung pisang epe, tapi kali ini kita pilih spot yang lebih ramai. duduk-duduk dipinggir pantai Losari, ditemani rokok dan pisang epe sambil berbincang santai dengan seorang teman dekat dan seorang teman baru, diselingi sesekali diskusi yang sedikit berbobot atau mengomentari perilaku orang setempat, itu merupakan salah satu kenangan terindah dalam liburan gw di Makassar ini.

Malam semakin larut, pengunjung warung-warung pisang epe mulai sepi, kita memutuskan untuk pulang ke hotel, tapi biar tidur makin nyenyak kita harus makan lagi. Di Jam 2 pagi seperti ini pilihan kita adalah Mie Titi. Sudah kenyang baru deh bisa tidur nyenyak. :p

Hari terakhir, kita cuma habiskan untuk berburu oleh-oleh, sebenernya sih kita udah berburunya dari kemaren malem jadi hari ini cuma tinggal ambil dan bayar saja.

Tiap perjalanan memang harus ada akhirnya, dan perjalanan gw di Makassar diakhiri dengan makan siang bareng dengan si Septi sebelum gw dan Traveling Cihuy berangkat ke bandara, dan di bandara pun gw harus berpisah jalan dengan Traveling Cihuy karena memang kita mengais rejeki di kota yang berbeda.

ruang tunggu bandara

Advertisements

Leave a comment

Filed under Traveling

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s