Category Archives: Traveling

[Yogyakarta] Gua Pindul

Yogyakarta – Gua Pindul

Destinasi wisata alam ini adalah salah satu bukti nyata kehebatan penyebaran informasi di dunia internet. Sejak diliput oleh sebuah website anak muda berinisial MBDC yang juga punya channel travelling “Jalan-Jalan Men” di youtube, kepopuleran tempat wisata ini langsung naik pesat.

Gua pindul ini adalah salah satu dari destinasi wisata alam yang terletak di Desa Bejiharjo, Karangmojo, Gunung Kidul. Kira-kira yah 1-1,5 jam perjalanan dari kota Yogyakarta lah.

Sampai disana biasanya kendaraan kita bakal dikejar-kejar sama motor, yang ternyata mereka adalah pemandu jalan yang akan ngarahin kita ke operator-operator wisata yang ada disana. Tapi karena salah satu kawan seperjalanan gw udah tau nomor telepon salah satu operator, jadi mereka langsung mengirimkan orangnya untuk menjemput.

Apakah operator itu? Untuk nikmatin Gua Pindul, gw yakin sebagian besar orang malas untuknyiapin alat-alat(helm, protektor, dll) nya sendiri, terus masuk gua nya juga sendiri ga pake pemandu. nah operator inilah yang nyiapin segala macem nya itu, ya bisa dibilang kantor penyelenggara wisata lah.

Disini katanya ada beberapa opeator, salah satu nya itu Dewa Bejo yang kita percaya untuk memandu kita. Yang ternyata operator Dewa Bejo ini juga lah yang dipakai oleh “Jalan-Jalan Men”.

Disini kita ditawarkan beberapa paket wisata alam, yaitu River Tubing Sungai Oyo, Caving Gua Gelatik, Cave Tubing Gua Pindul, dan Off Road Kali Oyo. Dari keempat paket itu yang paling terkenal dan jadi paket andalan ya memang Cave Tubing Gua Pindul. Untuk biaya per paket wisata juga bisa dibilang tidak mahal, untuk Caving Gua Gelatik dan Cave Tubing Gua Pindul masing-masing cuma dipatok Rp. 30.000, River Tubing Sungai Oyo cuma Rp. 45.000, dan yang paling mahal adalah Off Road Kali Oyo yaitu Rp. 300.000 dan itu sangat wajar karena selain nyewa pemandu ya nyewa mobil off road nya juga kan.

Waktu itu gw dan temen-temen gw cuma ngambil 2 paket aja, yaitu River Tubing Sungai Oyo dan Cave Tubing Gua Pindul. River Tubing Sungai Oyo sendiri itu kita nelusurin Sungai Oyo dengan menggunakan Ban besar yang ditarik oleh pemandunya, menurut gw paket ini biasa aja. Tapi yang hebat adalah sang pemandu yang narikin ban kita, karena panjang rute sungai yang kita telusuri itu jauh nya 1,5 KM dan butuh waktu sekitar 1 jam, gila ga tuh narikin orang banyak selama 1 jam.Nah, yang paling pecah itu ya pas paket kedua yaitu Cave Tubing Gua Pindul, disini kita dibawa nelusurin sungai dibawah Gua Pindul dan ada disatu titik Gua itu yang atas nya bolong, jadi membuat cahaya yang masuk itu jadi pemandangan yang keren banget dan disitu juga ada spot untuk loncat dari batu karang setinggi 3 meter. Selain spot-spot tadi, kita bisa liat Sarang Kelelawar, juga banyak Stalagtit dan Stalagmit, malah ada salagtit yang masih aktif yang konon tetesan air nya bisa bikin muka para wanit jadi cantik dan buat cowok nya ada yang namanya stalagtit jantan yang bisa buat “strong”.

Yogyakarta – Gua Pindul Inside 2

Sekedar info, kalau mau datang ke wisata Gua Pindul lebih baik saat musim kemarau, karena air sungai akan lebih jernih berwarna hijau. Kalau kemaren gw dateng kesana pas abis malemnya hujan, jadi air sungai nya keruh karena tanah yang terbawa hujan. 

Yogyakarta – Gua Pindul Inside 1

Leave a comment

Filed under Traveling, Wara-Wiri

[Dieng] Ruwat Rambut Gembel

Dieng Festival - Ruwat

Kalo ngomongin rambut gimbal, otak gw langsung terbayang musik reggea, pantai dan pastinya cannabis sativa. Weiitss tapi ternyata di satu sudut daerah di tanah Jawa ada masyarakat yang berambut gimbal tapi musik mereka bukan reggea tapi gamelan, hidupnya pun bukan di pantai tapi di dataran tinggi, dan buat iseng-isengnya juga bukan cannabis sativa tapi keripik jamur  atau juga manisan carica.

Yang gw lagi omongin ini adalah Dataran Tinggi Dieng yang adanya di Jawa Tengah. Dan gw ga bohong kalau emang masyarakat disini ada  yang rambutnya yang gimbal macam orang Jamaica, dan kalau disana disebutnya bukan gimbal tapi gembel.  Mungkin di Jamaica rambut gimbal dipelihara sampe tua atau sampe tuh rambut panjang, tapi kalau di Dieng rambut gimbalnya itu harus dipotong, untuk lebih tau sejarah dan kenapa nih rambut gokil ala anak reggea ini harus dipotong lo bisa baca di website Pesona Dieng .

Untuk motong tuh rambut gimbal anak-anak Dieng juga ga sembarangan, karena  ada ritual yang harus dijalanin. Beberapa tahun kebelakang pemerintah kota Dieng membuat sebuah acara  tahunan dengan tajuk Dieng Culture Festival, dengan puncak acara ritual ruwat rambut gembel (potong rambut gimbal) yang dilakukan di pelataran Candi Arjuna.

Acara Dieng Culture Festival ini intinyas sih memperkenalkan pada masyarakat luas mengenai potensi wisata di dataran tinggi Dieng, dari telaga dua warna, candi-candi , dan tentunya kuliner khas Dieng.

Menurut pengamatan gw yang pernah menjadi peserta di acara Dieng Culture Festival, cara ini sangat berhasil karena banyak traveller, backpacker, pelancong atau apalah sebutan mereka baik dari Indonesia dan juga mancanegara yang hadir di acara tersebut. Selain itu acara ini juga menarik minat para hobbyist foto dan sekolah-sekolah dari kota sekitar mengadakan study tour.

Dieng Festival - Arak

nb: untuk info lebih lanjut mengenai Dieng Culture Festival bisa diakses di http://diengculturefestival.com

 

Leave a comment

Filed under Traveling

Kesucian Sebuah Perayaan

Waisak 2013

Perayaan ritual keagamaan yang biasanya identik dengan suasana sakral dan penuh khidmat, kadang ternodai karena keunikan dari ritualnya itu sendiri. Keunikan tersebut dapat menarik banyak manusia baik yang merayakan atau hanya sekedar ingin menonton, dan pada akhirnya menodai kekhidmatan dari perayaan itu sendiri.

Waisak di Candi Borobudur adalah salah satu perayaan agama yang unik yang ada di Indonesia, salah satu ritual yang banyak menyedot pengunjung adalah pelepasan lampion. Keindahan dari 1000 lampion lebih yang terbang bersamaan di langit malam dengan latar belakang candi borobudur yang eksotis, merupakan pemandangan langka yang mungkin hanya dapat dinikmati pada perayaan Waisak saja.

Selama ini Waisak di Candi Borobudur diselenggarakan tertutup untuk para Bhuddis yang merayakan dan para undangan, tetapi beberapa tahun kebelakang perayaan tersebut dibuka untuk umum. Dan pada tahun 2013 ini pun gw jg datang untuk melihat perayaan tersebut.

Terbayang di otak gw, perayaan ini selain khidmat juga akan sangat eksotis dan indah. Tetapi semua bayangan itu hilang, karena ketika gw sampai, situasi disana sudah cukup chaos. Pintu masuk ke Candi ditutup aparat, dan para pengunjung bersorak-sorak agar pintu dibuka. Bila digambarkan hal ini seperti rusuhnya pintu masuk GBK bila Tim Indonesia sedang bertanding.

Sekitar jam 8 malam pihak penyelenggara membuka pintu untuk pengunjung umum, dan situasi chaos pun berlanjut di dalam komplek candi.  Saat itu perayaan Waisak akan memasuki acara sambutan yang diisi oleh Kepala Biksu, Gubernur Jateng dan Menteri Agama. Disinilah terlihat kurangnya toleransi antar umat di Indonesia, para pengunjung sibuk menyoraki nama Menteri Agama dan nama Gubernur Jateng yang disebut oleh pembawa acara, padahal saat itu prosesi doa masih tetap berlangsung.

Tidak sampai disitu saja ke-chaos-an terjadi. Pada saat ritual doa telah selesai dan akan diteruskan dengan ritual para Biksu dan Bhuddis mengelilingi Candi Borobudur, banyak dari para pengunjung mencoba untuk memasuki candi untuk bisa mengikuti ritual tersebut. Pihak penyelenggara sampai kewalahan untuk memperingati pengujung untuk tidak memasuki Candi.

Yang terakhir adalah ketika pihak penyelenggara menginformasikan bila acara pelepasan lampion dibatalkan karena hujan. Sorak sorai kekecewaan pengunjung terdengar keras. Gw yakin para Biksu dan Bhuddis yang sedang merayakan hari besarnya tersebut sangat terganggu pada tingkah laku para pengujung tersebut.

Kita sebagai orang Indonesia yang sudah dari kecil belajar PMP, PPKN atau apalah nama pelajaran itu harusnya bisa lebih menghormati agama orang lain, baik dalam keseharian atau saat ritual keagamaan. Gw membayangkan sebagai muslim, bila ketika gw merayakan Idul Fitri dan banyak orang dari kepercayaan lain ikut menonton dan berbuat seperti saat Waisak kemarin, gw pasti akan tersinggung dan marah.

Tetapi semua yang terjadi di Waisak Borobudur 2013 hanya bisa jadi pelajaran bagi kita semua agar bisa lebih saling menghormati antar umat beragama, dan gw berharap Waisak Borobudur ditahun-tahun berikutnya dapat diselenggarakan lebih baik, meskipun harus menutup kembali perayaan tersebut dari umum.

Leave a comment

Filed under Opini, Traveling

[Makassar] Manisnya Kota Angin Mamiri (Day 2)

(Prev)… [Makassar] Manisnya Kota Angin Mamiri (Day 1)

Hari kedua di Makassar, berdosa rasanya kalau ke tanah sulawesi ini cuma dipakai untuk bersenang-senang, maka tujuan pertama kita di hari kedua ini adalah mengunjungi makam salah satu pahlawan nasional Indonesia yang tersohor Pangeran Dipenogoro. Ternyata tidak jauh dari makam ada warung bravo yang katanya menyajikan es pisang ijo paling enak seantero Makassar.

dipenogoro

Karena terpukau dengan sunset yang sangat yahud kemaren sore, kita sepakat mencari spot yang lebih cakep dan asik untuk menikmati sunset hari ini. Lokasi yang kita pilih adalah pulau Kayangan, Cuma perlu ditempuh kurang-lebih 20 menit menggunakan perahu motor. Pulau yang luasnya kira-kira sebesar 1 s/d 1,5 besar lapangan sepak bola ini punya pantai dengan pasir putih, dan air nya juga jernih parah yang membuat hasrat ingin berenang jadi tinggi. Tapi sayang sungguh sayang ternyata kita tidak bawa baju ganti sepotong pun dan menyebabkan niat berenang pun tidak terealisasikan.

pulau1

pulau2

Pulang menikmati sunset dari Pulau Kayangan, kita langsung makan malam di Pallubasa Srigala yang tak kalah enak dari yang kita cicipi sebelumnya. Seperti malam sebelumnya malam ini kita memutuskan lagi untuk berjalan kaki menikmati malam di Makassar, tapi sekarang ditemenin sama si Septi jadi kita ga takut nyasar. Ternyata jalan yang kita tempuh ini juga melewati stadion Mattoangin kandangnya PSM Makassar, dan yang lebih mengejutkan saat itu PSM lagi ada pertandingan kandang.

Dan seperti malam sebelumnya, malam itu kita habiskan di warung pisang epe, tapi kali ini kita pilih spot yang lebih ramai. duduk-duduk dipinggir pantai Losari, ditemani rokok dan pisang epe sambil berbincang santai dengan seorang teman dekat dan seorang teman baru, diselingi sesekali diskusi yang sedikit berbobot atau mengomentari perilaku orang setempat, itu merupakan salah satu kenangan terindah dalam liburan gw di Makassar ini.

Malam semakin larut, pengunjung warung-warung pisang epe mulai sepi, kita memutuskan untuk pulang ke hotel, tapi biar tidur makin nyenyak kita harus makan lagi. Di Jam 2 pagi seperti ini pilihan kita adalah Mie Titi. Sudah kenyang baru deh bisa tidur nyenyak. :p

Hari terakhir, kita cuma habiskan untuk berburu oleh-oleh, sebenernya sih kita udah berburunya dari kemaren malem jadi hari ini cuma tinggal ambil dan bayar saja.

Tiap perjalanan memang harus ada akhirnya, dan perjalanan gw di Makassar diakhiri dengan makan siang bareng dengan si Septi sebelum gw dan Traveling Cihuy berangkat ke bandara, dan di bandara pun gw harus berpisah jalan dengan Traveling Cihuy karena memang kita mengais rejeki di kota yang berbeda.

ruang tunggu bandara

Leave a comment

Filed under Traveling

[Makassar] Manisnya Kota Angin Mamiri (Day 1)

makassarqq1

Akhirnya kesampaian juga menginjakan kaki di tanah Sulawesi, dan tujuan-nya adalah Kota Makassar. Sesampainya di bandara Sultan Hasanuddin ternyata partner perjalanan gw si Traveling Cihuy sudah sampai setengah jam lebih awal. Karena kita berdua memakai pesawat paling pagi jadi hal berikutnya yang kita lakukan adalah melakukan ritual pagi di WC bandara. Setelah puas melakukan ritual pagi, langkah selanjutnya yang diambil adalah mencari pintu keluar bandara dong pasti, biar kita bisa pergi ke tempat lain, sambil sedikit photo-photo suasana bandara akhirnya ketemu juga pintu keluarnya. Dan dengan pede-nya berasa di Jakarta, kita langsung menuju loket bis Damri. Padahal kita juga masih ga tau nanti bis Damri-nya akan sampai mana, lewat mana dan berhenti dimana (hahaha). Tapi tuhan masih menyayangi kita berdua sehingga kita sampai di jantung kota Makassar dengan selamat.

bandara

Setelah check-in hotel, dan tanpa buang waktu lagi  kita langsung sarapan Pallu Basa Samalona (laper Man baru sarapan roti pesawat doang). Selesai sarapan, matahari hari itu ternyata sedang semangat-semangat nya bersinar. Setelah melalui diskusi yang alot, sealot daging di Pallu Basa yang barusan kita santap, akhirnya kita sepakat ke tempat yang lagi sangat “IN” di kota ini, yang tak lain dan tak bukan adalah TranStudio. TranStudio ini terdiri dari atas Mall dan Indoor Theme Park atau taman bermain, jadi kalau diliat dari luar itu mall ini sangatlah besar.

Mirip orang yang masa kecilnya kurang kasih sayang, gw dan Traveling Cihuy kegirangan ga bisa diam kayak bocah. Sampai si Septi geleng-geleng sambil cengar-cengir ngeliat kita (oiya hampir kelupaan kalo si Septi ini adalah temen kantor nya si Traveling Cihuy yang dapat penempatan di Makassar dan dia inilah yang kita beri kehormatan untuk menjadi guide kita selama disana). gw aja heran kenapa kelakuan kita bisa kayak gitu, padahal di transtudio ini wahananya di dominasi wahana untuk anak kecil *tepok jidat.

transtudio1

transtudio3 transtudio

 

Setelah puas bermain di transtudio dan berkeliling mall, ternyata diluar mall sang matahari pun masih belum mengurangi semangatnya. Maka dimulai lah diskusi baru untuk menentukan mau dibawa kemana perjalanan kita ini. Mungkin karena diskusi kita yang sangat menguras pikiran tersebut menyebabkan perut menjadi lapar, yang menyebabkan diskusi diakhiri dengan suara bulat untuk melanjutkan perjalanan ke  Konro Karebosi untuk makan siang.

Makan siang sudah, dan matahari tampak mulai bersahabat. Tanpa basa-basi lagi, kita langsung menuju daerah pantai. Benteng Rotterdam jadi pilihan tujuan kita sekarang, sebuah benteng bersejarah tempat pengasingan Pangeran Dipenogoro  yang berlokasi di pesisir pantai Losari. Heran dan kagum ketika masuk ke benteng ini karena tak ada pungutan biaya yang memaksa hanya seikhlas-nya saja dan mengisi buku tamu. Gw kira dengan penarikan dana yang seadanya, benteng ini akan tidak terawat, ternyata benteng ini sangat terawat dan bersih. Dengan sigap kamera langsung gw keluarkan untuk memotret keindahaan benteng ini. Benteng ini juga cukup populer untuk kongkow-kongkow pemudi-pemudi makassar (sori ya gw ga begitu peduli sama pemuda-pemuda nya).

rotterdam5

rotterdam4

Dengan sinar matahari yang semakin tenggelam, sinar oranye-nya membuat benteng rotterdam ini semakin manis dan melankolis (suiitt..suittt). Karena jam kunjungan yang sudah mau habis, kita meneruskan menikmati tenggelamnya matahari di dermaga sederhana yang terbuat dari kayu tepat di seberang benteng.

pantai

langit

Setelah seharian jalan-jalan akhirnya kita balik ke hotel untuk istirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan malam ini. Setelah istirahat dirasa cukup,  kita rencananya akan nongkrong di pinggiran pantai Losari. karena tenaga yang baru saja diisi, kita (tanpa ditemani Septi) dengan pedenya memilih berjalan kaki untuk ke pantai losari, tuhan akhirnya menghukum kita orang-orang yang sotoy di tanah orang, dengan suksesnya kita salah belok dan nyasar ke arah pelabuhan kargo yang juga tempatnya para penjaja cinta berkumpul (hampir aja khilaf kalau gak keinget budget yang ga seberapa).

Yang tadinya pengen berhemat dengan jalan, karena nyasar dan kelelahan akhirnya keluar duit juga buat naek taksi untuk ke Losari. tapi sebelumnya agar tidak terjadi kebodohan lagi kita menemput guide kita si Septi. Sampai di losari lanjut photo-photo sedikit di anjungan Losari yang terkenal, langsung kita cari warung pisang epe yang nyaman untuk nongkrong.

Losari

(Cont..)

Leave a comment

Filed under Traveling

[Makassar] Great Expectation

Mahasiswa Kembali Bentrok dengan Aparat di Makassar -REPUBLIKA.CO.ID Selasa, 27 Maret 2012

Rusuh Demo Mahasiswa Tersebar di Makassar -KOMPAS.com Selasa, 27 Maret 2012

Inilah kota Makassar yang gw kenal, kota yang rusuh dan anarkis. gw yakin banyak orang yang punya pikiran sama kayak gw.

Tapi semua anggapan negatif itu berubah 180o, setelah  diawal tahun ini karena doktrin salah satu temen yang bernama Traveling Cihuy, gw jadi berkesempatan untuk berlibur kesana. Awalnya sih gw aneh sama temen gw ini, kenapa ngajak liburan kok bukan ke kota yang udah terkenal akan wisatanya kayak Bali, Jogja, atau Lombok. Tapi yaudah lah daripada ga liburan mending gw ngikut aja.

Oke, sekarang dengan keyakinan penuh gw bisa menyatakan orang Makassar memang keras, itu bisa diliat dari cara bicara atau logat mereka dan cepatnya pengendara disana naik darah (dilihat dari seringnya klakson dan terkadang ditambah teriakan).

Tapi (dengan huruf tebal biar lebih tegas) cuma itu hal negatif yang gw lihat, sisanya makassar merupakan kota yang positif dan menyenangkan. Kenapa gw bisa bilang kayak gitu?

 Oke gw jabarin satu persatu alasan gw :

1. Pertama kali nginjak tanah sulawesi selatan pastinya nginjak bandara sultan hasanudin. Dan menurut gw ini bandara terbaik di Indonesia dari segi design. Design modern yang belom dipunyai bandara laen tak terkecuali Soekarno-Hatta.

2. Selama gw berlibur disana angkutan umum utama yang gw pake adalah taksi. Taksi disini tidak mengenal namanya nembak harga, ini yang gw susah dapetin di kota-kota yang pernah gw jejaki sebelumnya (kecuali Jakarta).

3. Beberapa tempat wisata tidak mematok harga masuk, kita cuma butuh mengisi buku tamu dan bayar seiklasnya. Dan tidak ada pedagang-pedagang asongan yang ganggu dan merusak kenyamanan .

4. Bagi pencinta masakan daging (non sayur). Kota Makassar harus lo datengin. masakan khasnya luar biasa enak-enak. Tapi hati-hati karena jarangnya masakan sayur, asam urat dan kolesterol bisa naek hanya dalam beberapa hari anda berada di kota ini (ini sudah dibuktikan oleh gw dan temen gw)

5. Orang-orang sini enak diajak ngobrol (terutama supir taksi) dan ramah. Satu yang pasti orang sini memiliki culture nongkrong yang luar biasa.

6. Kotanya sangat-sangat berkembang. Tetep sih menurut gw kota Jakarta masih no 1 dan Surabaya no 2. Karena gw belom pernah ke medan, jadi kalo menurut gw makassar bisa dibilang no. 3. Mall nya oke-oke, tempat makan lengkap, toko-toko branded pun lengkap. Menurut host perjalanan gw, orang sini ga mau dibilang orang kampung, mereka mau dibilang orang kota/orang metropolitan. Oke saya setuju dengan anda orang-orang makassar

7. Karena kota pesisir, banyak pantai atau pulau-pulau oke yang bisa dicoba untuk pecinta wisata pantai.

8. Yang terakhir dan paling penting bagi pelancong pria adalah cewek-cewek Makassar itu manis-manis, mungkin karena bentuk tulang mukanya yang bagus yang menuat mereka enak dipandang. :p

Damn, apa lagi coba yang kurang dari kota ini.

Untuk demo rusuh, kebetulan banget pas gw kesana Indonesia lagi heboh akan rencana pemerintah menaikan harga BBM dan demo memang terjadi disana, dan memang sangat rusuh sampe-sampe truk Coca Cola juga ga lupa ikut dibajak isinya sama pendemo (kehausan Daeng ?? :D) tapi semua itu dipinggiran kota kok, jadi pusat kota Makassar sama sekali ga terasa akibatnya. Dan pendemo disana ga ganggu warga, mereka rusuh sendiri atau ngerusuhin polisi.

Seperti judul postingan ini, yang juga merupakan tagline resmi pariwisata kota Makassar, kota ini memang memberikan Great Expectation bagi para pelancong yang datang.

Leave a comment

Filed under Opini, Traveling, Wara-Wiri

Ujung Genteng

ujunggenteng1

ujung genteng dikala mendung

Ujung genteng adalah salah satu daerah pantai yang berada di provinsi Jawa Barat, tepatnya ada di daerah kabupaten Sukabumi. Pantai disini masih cukup alami karena wisata di daerah ini masih relatif sepi, dan memang akses transportasi angkutan umum ke daerah ini masih minim.

Di bulan februari kemaren, gw akhirnya punya waktu untuk traveling ke Ujung Genteng. Gw dan 2 orang teman menggunakan angkutan umum untuk pergi kesana. Perjalanan ke Ujung Genteng di mulai dari kosan kita yang ada di sekitaran kampus ITTelkom, berangkat jam 6 pagi dengan menumpang angkot menuju ke terminal Leuwi Panjang-Bandung.

ujunggenteng3

salah satu temen seperjalanan

Di Leuwi Panjang kita melanjutkan dengan bis jurusan sukabumi. Ada beberapa bis yang melayani trayek Bandung-Sukabumi, tapi disini kita milih pake bis MGI yang namanya sudah cukup bagus dan pelayanannya yang cukup baik. Ongkos bis MGI fullAC ke Sukabumi ini adalah Rp. 21.000/orang. Kita menumpang bus ini sampai terminal Degung-Sukabumi.

Sampai di terminal Degung-Sukabumi kita lanjutin perjalanan dengan menggunakan angkot ke terminal kecil yang juga masih berada di Sukabumi, yaitu terminal Lembursitu. Ongkos angkot tersebut sekitar Rp. 4000/orang.

Di terminal Lembursitu ini kita lalu melanjutkan dengan kendaraan yang menuju daerah Surade. Di terminal ini ada 2 kendaraan yang melayani trayek Lembursitu-Surade, yaitu MGI ekonomi dan mobil minibus yang biasa disebut orang sana dengan sebutan Elf. Ongkos ke Surade dengan MGI ekonomi adalah Rp. 18.000/orang, kalau dengan Elf adalah Rp. 25.000/orang. Ongkos MGI emang lebih murah tapi adanya Cuma di jam-jam tertentu. kalo Elf selalu ada yang jalan tiap jam sampai jam 4 sore.

Sampai di Surade kita lanjutin memakai angkot Surade-Ujung Genteng, ongkos angkot sekitar Rp. 7000/orang.

Sampai di Ujung Genteng kita langsung disambut dengan kapal-kapal nelayan dan pasar ikan. Di dekat pasar ikan tersebut ada daerah penginapan. Sebenarnya di Ujung Genteng ini kita bisa menginap di rumah penduduk sekitar, tapi biasanya oleh pemiliki rumah dikasih harga mahal, jadi kalo mau nginep di rumah penduduk harus pinter-pinter nawar. Kalo kita lebih memilih nginep di penginapan, ongkos penginapan-penginapan disana sekitaran Rp. 100.000/malam sampai Rp. 350.000/malam.

ujunggenteng4

kampung nelayan

ujunggenteng2

kapal parkir

Sebenarnya ada cukup banyak objek wisata di sekitaran Ujung Genteng, tapi sayang karena waktu gw kesana cuaca lagi jelek-jelek nya (hujan seharian) maka kami ga sempet kesana.

Objek wisata yang pertama adalah Teluk Penyu-Pangumbahan tempat penangkaran penyu yang biasanya dikunjungi pada malam hari, karena katanya penyu-penyu itu pulang dari laut waktu malam hari. Dari wilayah penginapan ke tempat penangkaran penyu itu berjarak kurang lebih 5 km. Untuk pergi kesana kita bisa naik ojek dengan ongkos Rp. 40.000 PP Ujung Genteng-Teluk Penyu atau juga bisa jalan kaki.

Objek yang kedua yaitu curug(air terjun) Cikaso, sebenernya curug ini bukan berada di daerah Ujung Genteng tapi udah masuk daerah Surade. Biasanya curug ini dikunjungi waktu pulang dari Ujung Genteng. Kelebihan dari curug ini adalah disini ada 3 curug yang berdekatan dan memiliki warna yang berbeda satu sama lain.

11 Comments

Filed under Traveling