June 9, 2009

Ujung Genteng

ujunggenteng1

ujung genteng dikala mendung

Ujung genteng adalah salah satu daerah pantai yang berada di provinsi Jawa Barat, tepatnya ada di daerah kabupaten Sukabumi. Pantai disini masih cukup alami karena wisata di daerah ini masih relatif sepi, dan memang akses transportasi angkutan umum ke daerah ini masih minim.

Di bulan februari kemaren, gw akhirnya punya waktu untuk traveling ke Ujung Genteng. Gw dan 2 orang teman menggunakan angkutan umum untuk pergi kesana. Perjalanan ke Ujung Genteng di mulai dari kosan kita yang ada di sekitaran kampus ITTelkom, berangkat jam 6 pagi dengan menumpang angkot menuju ke terminal Leuwi Panjang-Bandung.

ujunggenteng3

salah satu temen seperjalanan

Di Leuwi Panjang kita melanjutkan dengan bis jurusan sukabumi. Ada beberapa bis yang melayani trayek Bandung-Sukabumi, tapi disini kita milih pake bis MGI yang namanya sudah cukup bagus dan pelayanannya yang cukup baik. Ongkos bis MGI fullAC ke Sukabumi ini adalah Rp. 21.000/orang. Kita menumpang bus ini sampai terminal Degung-Sukabumi.

Sampai di terminal Degung-Sukabumi kita lajutin perjalanan dengan menggunakan angkot ke terminal kecil yang juga masih berada di Sukabumi, yaitu terminal Lembursitu. Ongkos angkot tersebut sekitar Rp. 4000/orang.

Di terminal Lembursitu ini kita lalu melanjutkan dengan kendaraan yang menuju daerah Surade. Di terminal ini ada 2 kendaraan yang melayani trayek Lembursitu-Surade, yaitu MGI ekonomi dan mobil minibus yang biasa disebut orang sana dengan sebutan Elf. Ongkos ke Surade dengan MGI ekonomi adalah Rp. 18.000/orang, kalau dengan Elf adalah Rp. 25.000/orang. Ongkos MGI emang lebih murah tapi adanya Cuma di jam-jam tertentu. kalo Elf selalu ada yang jalan tiap jam sampai jam 4 sore.

Sampai di Surade kita lanjutin memakai angkot Surade-Ujung Genteng, ongkos angkot sekitar Rp. 7000/orang.

Sampai di Ujung Gentang kita langsung disambut dengan kapal-kapal nelayan dan pasar ikan. Di dekat pasar ikan tersebut ada daerah penginapan. Sebenarnya di Ujung Genteng ini kita bisa menginap di rumah penduduk sekitar, tapi biasanya oleh pemiliki rumah dikasih harga mahal, jadi kalo mau nginep di rumah penduduk harus pinter-pinter nawar. Kalo kita lebih memilih nginep di penginapan, ongkos penginapan-penginapan disana sekitaran Rp. 100.000/malam sampai Rp. 350.000/malam.

ujunggenteng4

kampung nelayan

ujunggenteng2

kapal parkir

Sebenarnya ada cukup banyak objek wisata di sekitaran Ujung Genteng, tapi sayang karena waktu gw kesana cuaca lagi jelek-jelek nya (hujan seharian) maka kami ga sempet kesana.

Objek wisata yang pertama adalah Teluk Penyu-Pangumbahan tempat penangkaran penyu yang biasanya dikunjungi pada malam hari, karena katanya penyu-penyu itu pulang dari laut waktu malam hari. Dari wilayah penginapan ke tempat penangkaran penyu itu berjarak kurang lebih 5 km. Untuk pergi kesana kita bisa naik ojek dengan ongkos Rp. 40.000 PP Ujung Genteng-Teluk Penyu atau juga bisa jalan kaki.

Objek yang kedua yaitu curug(air terjun) Cikaso, sebenernya curug ini bukan berada di daerah Ujung Genteng tapi udah masuk daerah Surade. Biasanya curug ini dikunjungi waktu pulang dari Ujung Genteng. Kelebihan dari curug ini adalah disini ada 3 curug yang berdekatan dan memiliki warna yang berbeda satu sama lain.

June 1, 2009

Yes Man

yes man

Judul: Yes Man
Sutradara: Peyton Reed
Pemeran: Jim Carrey(Carl Allen), Zooey Deschanel(Allison)
Produksi: Warner Bros. Pictures

film komedi yang dirilis tahun 2008 ini berdasarkan kisah nyata dari buku berjudul “The Yes Man” yang diterbitkan tahun 2005, ditulis oleh pelawak Britania Danny Wallace. Film ini menceritakan tokoh Carl Allen yang diperankan oleh Jim Carrey. Allen adalah pegawai bank yang kesepian, hal ini disebabkan dari kebiasaanya yang selalu bilang “No, Thanks.” untuk setiap tawaran dan permintaan dari orang lain, termasuk juga dari teman-temannya.

suatu hari dia mendapat brosur program motivasi “era “yes” telah dimulai” dari seorang temannya. akhirnya Allen, si manusia “No Man” perlahan membuka diri menjadi “Yes Man”. sepulang dari program motiivasi “yes” tersebut, Allen mulai berkata “yes” untuk setiap segala sesuatu yang orang minta darinya. tapi niat baik tak selalu berjalan mulus, seperti saat dia menolong tunawisma, yang akhirnya dia malah kehabisan bensin. meski demikian kejadian itu membawa berkah buat Allen, karena akhirnya dia bertemu seorang gadis bernama Allison yang diperankan oleh Zooey Deschanel.

Allen mulai merasakan berkah dari berkata “yes”. dia tetap berkata “yes” meski atasan sekaligus teman baiknya menyuruh lembur pada hari Sabtu. sbagai imbalannya, Allen kemudian naik jabatan. tidak sampai disitu saja akibat dia mulai mengatakan “yes” terhadap sega sesuatu, dia juga mulai keranjingan berbuat amal. Dari bantu bikin pesta calon pernikahan, mencegah orang bunuh diri, meloloskan semua permohonan pinjaman kredit, hingga les bahasa Korea.

tetapi ada juga kesialan yang dia dapat setelah selalu mengatakan “yes”, Allen ditangkap polisi bandara karena dicurigai sebagai teroris. Alasannya, beberapa minggu belakangan, aktivitas dan tingkah laku Allen di luar orang wajar, seperti menerima kencan dengan wanita Iran, les pesawat terbang, pergi ke tempat wisata yang tak komersial, dan les bahasa Korea.

————————————————————————————————-

film ini menurut gw banyak memberi inspirasi dan pelajaran moral buat penontonnya. kebanyakan orang udah ga bisa ninggalin zona aman nya yang padahal itu cuma suatu kegiatan yang monoton. mungkin bener kalo “zona aman” itu ngasih kita kenyamanan dengan resiko sekecil-kecilnya, ga kayak kalo orang itu coba keluar dari “zona aman” nya, yang penuh resiko yang belom dia tau dan juga belom tentu nyaman.

banyak alasan buat orang menolak keluar dari “zona aman” nya, entah itu karena takutlah, entah karena ga PD lah, entah karena ragu lah, entah karena tidak suka atau bahkan karena malas dan tidak merasa penting buat menjalaninya, padahal mungkin saja pengalaman itu berarti.

tapi kadang keadaan yang penuh resiko dan juga belom tentu nyaman itu lah yang bisa menambah pengalaman dan kenangan terlepas itu kenangan buruk atau indah. jeleknya kita paling gak punya sesuatu yang bisa diceritain untuk anak-cucu kita..hehe

April 20, 2009

Fanatik Buta

harusnya tulisan ini dibuat sebelum pemilu kemaren. di tulisan sini gw mau bercerita tentang salah satu jenis orang yang ikut memilih wakilnya saat pemilu. jenis ini gw sebut dengan “fanatik buta”. gw juga bingung kalo suruh mendefinisikan dengan jelas. jadi gw bikin contoh cerita mengenai orang seperti ini yang memang gw temui dalam kehidupan nyata.

jenis pertama. memilih karena ikut-ikutan dan ga mengecek lebih dalam mengenai partai tersebut.

sebulan sebelum hari pemilu…

gw (g) : oiy ..pemilu besok nyolok ga lo??
temen gw (tg) : nyolok lah..lo nyolok??
g : iya ah..sekalian pulang..
tg: ooh..
g : milih siapa lo??
tg : gw milih partai X. lo milih apa??
g : gw partai Y. kenapa lo milih itu, kan partai X itu cuma satu golongan doang, kan org indonesia beragam??
tg : soalnya kakak gw anggota partai itu.
g : ooh..(lalu diteruskan dg obrolan sehari yang ga penting..)
2 minggu sebelum pemilu
g : oiy..gimana udah dapet caleg yang mau contreng ga??
tg : hah??
g : caleg nya lo milh siapa??
tg : emang lo tau milih siapa??
g : tau dong..gw udah cek-cek di google caleg-caleg nya, gw udah nentuin bakal milih siapa.
tg : oohh..gw mah percaya sama caleg-caleg partai X pasti bersih-bersih, kan landasan partai nya aja udah islam.
g : ohh..

jenis yang kedua adalah orang-orang yang memilih partai  karena dilandaskan pemimpinnya mempunyai history keturunan yang hebat. disini gw bukan sentimen sama partai-partai seperti itu. tapi gw cuma kurang setuju sama orang-orang yang memilih atas dasar alasan tersebut, bukan memilih karena melihat dari visi-misi partai nya apakah sejalan dengan mereka atau tidak.

itulah dua jenis orang yang memiliki pandangan fanatik yang buta,, mungkin masih banyak contoh-contoh lain tentang orang fanatik buta seperti diatas, tapi 2 jenis diatas lah yang gw temui ,,

mungkin kejadian seperti ini disebabkan karena bangsa kita sedang belajar bagaimana cara berdemokrasi yang baik.

dan mudah-mudahan pemikiran dan sikap bangsa indonesia bisa semakin berkembang, sehingga dapat membuat demokrasi di indonesia semakin baik.

February 22, 2009

Bakmi Gang Kelinci

Bakmi Gang Kelici

Bakmi Gang Kelici

Gang Kelinci. Gw kira dulu cuma judul lagu karangannya Titiek Puspa, taunya malahan Titiek Puspa yang terinspirasi buat lagu dari gang kelinci ini.

Gang Kelinci adanya di daerah Pasar Baru. Dan di gang itu ternyata bukan cuma terkenal lagunya aja, tapi disitu juga ada yang namanya Bakmi Gang Kelinci yang udah lumayan tenar di dunia per-kuliner-an.

Dari menu bakmi disitu emang ga jauh beda sama restoran bakmi lainnya, kayak mie ayam, mie bakso, mie pangsit, mie goreng, nasi goreng, dll.

mie bakso & es jeruk

mie bakso & es jeruk

Tapi karena menu nya sama bukan berarti rasa mie nya juga sama, karena emang ada yang khas dari rasa mie-nya. Lebih gimana gitu rasanya..haha.. Gw ga tau juga sih bumbu apaan yang bikin beda, karena emang gw ga ngerti sama bumbu-bumbu masak, tapi kalo menurut lidah gw sih emang beneran ada yang khas dari rasanya.

kalo untuk masalah harga sih, dibilang mahal ga juga soalnya emang kayak harga rata-rata restoran bakmi laennya, dibilang murah juga ga bisa soalnya berhubung gw mahasiswa berduit pas-pasan..hehe..

tapi bukan masalah harga sih disini intinya, tapi menyangkut keinginan nyoba kuliner-kuliner yang belom pernah gw coba udah cukup terpuaskan.

February 12, 2009

Passer Baroe

Passer Baroe

Passer Baroe

liburan di Jakarta kemaren gw sempet berkunjung ke salah satu pasar tua yang ada di Jakarta Pusat, yaitu Passer Baroe (Pasar Baru).

sebenernya kunjungan gw ke Pasar Baru ini bukan sengaja meliput untuk buat postingan ini, tapi emang kebetulan aja gw lagi nyari tripod kamera disana.

Pasar Baru sendiri adalah salah satu pusat belanja di Jakarta yang udah ada sejak jaman VOC dan dikenal dengan sebutan Passer Baroe, dari jaman itu Pasar Baru udah terkenal sebagai tempat menjual & membuat sepatu.

gerbang Passer Baroe

gerbang Passer Baroe

tapi dengan perkembangan jaman, Pasar Baru ini tak hanya menjadi pusat penjualan sepatu saja tapi juga penjualan tekstil dan pembuatan pakaian, beberapa toko yang terkenal adalah Hariom dan Isardas, yang juga menjadi langganan para pejabat.

di sepanjang jalan Pasar Baru ini banyak money-changer kaki lima, selain berfungsi sebagai money-changer juga menjual koleksi mata uang tua dari berbagai negara.

Suwardi Dollar, salah satu money changer kaki lima di Pasar Baru

salah satu money changer kaki lima di Pasar Baru milik Pak Suwardi

uang-uang lama yang dijual di money-changer kaki lima

uang-uang lama yang dijual di money-changer kaki lima

di ujung jalan Pasar Baru ini ada sebuah gedung yang bernama Atom yang menjadi pusat jual-beli kamera(baru & bekas) salah satu toko yang sudah cukup terkenal di kalangan hobi foto di Jakarta yaitu AnekaPhoto, dan di gedung itu juga menjadi tempat penjualan alat-alat salon dan pakaian-pakaian second.

dan tak lupa yang terkenal dari Pasar Baru ini dari jaman dulu adalah pusat penjualan sepatu nya, toko sepatu di Pasar Baru ini cukup banyak, tapi yang sudah lama, terkenal, dan memproduksi sepatu nya sendiri adalah toko Sin Lie Seng. di toko ini sepatu-sepatu yang dijual adalah produksi sendiri dan rata-rata adalah sepatu kulit, jadi mereka tidak menjual sepatu merek lain. tapi walaupun gitu kualitas nya tidak kalah dengan merek sepatu kulit import yang sudah terkenal. kenapa gw bisa bilang kayak gitu?? ya karena emang gw pernah beli sepatu disana..hehe..

keramaian di Pasar Baru

keramaian di Pasar Baru

di kawasan Pasar Baru ini juga ada tempat-tempat kuliner yang oke untuk dicoba, salah satu nya adalah Bakmi Gang kelinci, yang bakal gw tulisin review nya di postingan gw selanjutnya.