
ujung genteng dikala mendung
Ujung genteng adalah salah satu daerah pantai yang berada di provinsi Jawa Barat, tepatnya ada di daerah kabupaten Sukabumi. Pantai disini masih cukup alami karena wisata di daerah ini masih relatif sepi, dan memang akses transportasi angkutan umum ke daerah ini masih minim.
Di bulan februari kemaren, gw akhirnya punya waktu untuk traveling ke Ujung Genteng. Gw dan 2 orang teman menggunakan angkutan umum untuk pergi kesana. Perjalanan ke Ujung Genteng di mulai dari kosan kita yang ada di sekitaran kampus ITTelkom, berangkat jam 6 pagi dengan menumpang angkot menuju ke terminal Leuwi Panjang-Bandung.

salah satu temen seperjalanan
Di Leuwi Panjang kita melanjutkan dengan bis jurusan sukabumi. Ada beberapa bis yang melayani trayek Bandung-Sukabumi, tapi disini kita milih pake bis MGI yang namanya sudah cukup bagus dan pelayanannya yang cukup baik. Ongkos bis MGI fullAC ke Sukabumi ini adalah Rp. 21.000/orang. Kita menumpang bus ini sampai terminal Degung-Sukabumi.
Sampai di terminal Degung-Sukabumi kita lajutin perjalanan dengan menggunakan angkot ke terminal kecil yang juga masih berada di Sukabumi, yaitu terminal Lembursitu. Ongkos angkot tersebut sekitar Rp. 4000/orang.
Di terminal Lembursitu ini kita lalu melanjutkan dengan kendaraan yang menuju daerah Surade. Di terminal ini ada 2 kendaraan yang melayani trayek Lembursitu-Surade, yaitu MGI ekonomi dan mobil minibus yang biasa disebut orang sana dengan sebutan Elf. Ongkos ke Surade dengan MGI ekonomi adalah Rp. 18.000/orang, kalau dengan Elf adalah Rp. 25.000/orang. Ongkos MGI emang lebih murah tapi adanya Cuma di jam-jam tertentu. kalo Elf selalu ada yang jalan tiap jam sampai jam 4 sore.
Sampai di Surade kita lanjutin memakai angkot Surade-Ujung Genteng, ongkos angkot sekitar Rp. 7000/orang.
Sampai di Ujung Gentang kita langsung disambut dengan kapal-kapal nelayan dan pasar ikan. Di dekat pasar ikan tersebut ada daerah penginapan. Sebenarnya di Ujung Genteng ini kita bisa menginap di rumah penduduk sekitar, tapi biasanya oleh pemiliki rumah dikasih harga mahal, jadi kalo mau nginep di rumah penduduk harus pinter-pinter nawar. Kalo kita lebih memilih nginep di penginapan, ongkos penginapan-penginapan disana sekitaran Rp. 100.000/malam sampai Rp. 350.000/malam.

kampung nelayan

kapal parkir
Sebenarnya ada cukup banyak objek wisata di sekitaran Ujung Genteng, tapi sayang karena waktu gw kesana cuaca lagi jelek-jelek nya (hujan seharian) maka kami ga sempet kesana.
Objek wisata yang pertama adalah Teluk Penyu-Pangumbahan tempat penangkaran penyu yang biasanya dikunjungi pada malam hari, karena katanya penyu-penyu itu pulang dari laut waktu malam hari. Dari wilayah penginapan ke tempat penangkaran penyu itu berjarak kurang lebih 5 km. Untuk pergi kesana kita bisa naik ojek dengan ongkos Rp. 40.000 PP Ujung Genteng-Teluk Penyu atau juga bisa jalan kaki.
Objek yang kedua yaitu curug(air terjun) Cikaso, sebenernya curug ini bukan berada di daerah Ujung Genteng tapi udah masuk daerah Surade. Biasanya curug ini dikunjungi waktu pulang dari Ujung Genteng. Kelebihan dari curug ini adalah disini ada 3 curug yang berdekatan dan memiliki warna yang berbeda satu sama lain.












